Jumat, 29 Juni 2012

Misteri Menara Saidah

Gedung Angker
Menara Saidah

Pernah lewat jalan MT. Haryono? Ada banyak gedung bertingkat tinggi di jalan yang sangat strategis itu. Pasalnya, MT. Haryono dekat dengan terminal UKI, stasiun cawang,dan pintu tol. Pusat perbelanjaan Carrefour pun ada disana. Tapi pernah memperhatikan gak bahwa di jalan itu ada gedung tingkat tinggi yang sudah tidak difungsikan lagi. Namanya adalah : Menara Saidah

Saya sendiri sering kali lewat jalan MT Haryono tersebut, tapi baru sadar kalau gedung itu sudah kosong awal tahun 2012 ini. Hal ini wajar, karena selain arsitektur Menara Saidah tetap terlihat menakjubkan dari kejauhan, gedung masih terlihat kokoh, dan setiap kali saya lewat Menara Saidah, saya masih melihat lampu ungu di paling atas gedung menyala terang benderang-dan membuat saya takjub, ya, saya melihat Menara Saidah ini hanya ketika malam hari. Namun ketika suatu siang saya lewat sana, saya baru sadar bahwa taman area lobby Menara Saidah sudah tidak terawat, banyak dedaunan dan pohon kering, serta setelah memerhatikan berulang kali banyak kaca yang pecah di lantai atas. Hal yang membuat saya bertanya: Mengapa gedung sebagus, se-trategis dan semegah ini tidak difungsikan?

Saya pun searching di google tentang Misteri Menara Saidah yang kosong ini.Kenapa MISTERI? Dari google saya mengetahui bahwa ada beberapa alasan kenapa gedung ini akhirnya kosong, namun TIDAK ADA KEPASTIAN akan berita tersebut. 

Fakta mengenai Menara Saidah yaitu:
  1. Menara Saidah terletak di daerah yang sangat strategis, hanya berjalan kaki dari stasiun cawang, dilewati angkutan umum setiap jamnya. Dan kalau masih berfungsi saat ini, akan lebih strategis lagi karena ada halte transjakarta di dekat sana.
  2. Menara Saidah didirikan jauh sebelum krisis moneter terjadi pada tahun 1998. Awalnya bernama Gedung Grancindo, sang pemilik mengalami kebangkrutan kemudian menjualnya ke Saidah Abu Bakar Salim.
  3. Pada saat masih bernama Gedung Grancindo, gedung tersebut mempunyai 15 lantai. Namun ketika berpindah kepemilikan, pemilik melakukan renovasi besar-besaran menjadi 28 Lantai dan berganti nama menjadi Menara Saidah.
  4. Inneke Koesherawati dikabarkan merupakan menantu dari pemilik gedung ini.
  5. Pada masa kejayaannya, Menara Saidah ini merupakan gedung bergengsi yang diminati banyak pebisnis seperti: Kementrian Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia (di lantai 18), PT. Merial Esa, PT. Merial Medika, dan sebagainya.
  6. Arsitektural gedung bergaya Romawi, namun nama gedungnya islami.
  7. Merupakan gedung tertinggi (dan terindah arsitekturnya menurut saya) di kawasan Cawang tersebut.
  8. Gedung sudah tidak beroperasi lagi sejak tahun 2007 dikarenakan sebab yang tidak difungsikan
  9. Setelah tidak beroperasi lagi, masih banyak yang tertarik akan gedung ini dan berniat membelinya, namun pemilik lama tidak pernah menunjukkan gambar, sehingga calon pembeli tidak mau mengambil risiko dan membatalkan keinginannya.
  10. Menara Saidah masih dijaga oleh satpam sampai saat ini, dan dibersihkan sesekali oleh petugas kebersihan kota di bagian luarnya saja.

Desas-desus Misteri Menara Saidah yang berhenti dioperasikan:
  1. Gedung Menara Saidah miring. Dikabarkan salah satu pondasinya patah yang mengakibatkan gedung ini miring. Sehingga berbahaya pagi pengguna gedung
  2. Pengelola gedung tidak sinergi lagi, kabarnya terlalu banyak tangan yang ingin mengelola gedung  (keluarga besar : kakak dan adik pemilik) sehingga harga sangat tinggi.  sehingga membuat penghuni satu persatu meninggalkan gedung.
  3. Lift berjalan lambat. Kabarnya hal ini sering diprotes oleh pengguna gedung, namun tetap saja diabaikan.Hal ini membuat pengguna tidak nyaman.
  4. Gedung Angker dan Banyak kejadian janggal yang terjadi. (bisa dicari di google, gak sanggup nyeritainnya disini)
Hal-hal yang patut dipertanyakan tentang Menara Saidah:
  1. Kalau memang gedung miring atau mengalami penurunan gedung yang tidak dapat ditolerir lagi kemiringan atau penurunannya, dibetulkan/diperkuatpun hampir mustahil karena biayanya mahal misalnya, kenapa tidak segera dihancurkan saja? Sampai dengan tahun 2012 ini, sudah 5 tahun gedung tidak difungsikan.
  2. Kalau keadaannya seperti nomor satu diatas, berarti ada yang salah ketika konstruksinya sehingga pondasi patah (sekali lagi, ini JIKA MEMANG KONDISI DEMIKIAN). Maka pertanyaan muncul: Ketika akan menambah jumlah lantai, sudahkah sesuai speknya? apakah pihak P2B dan instansi terkait sudah memeriksa kelayakannya? Apakah beban sesuai dengan kekuatan pondasi? dan sudahkah uji tanah yang benar?
  3. Kalau keadaannya ada masalah di pengelola gedung dan manajemen operasional Menara Saidah. Apakah keputusan yang tepat memberhentikan total kegiatan di dalam gedung? Bisa saja memperbaiki atau mengganti menajemen merupakan pilihan alternatif. Mengingat perombakan gedung pasti memakan biaya yang banyak, lagipula harga sewa gedung strategis itu rasanya sayang untuk dilewatkan begitu saja.
  4. Lalu, yang saya lihat malam hari, lampu bagian puncak Menara Saidah yang berwarna ungu itu benar-benar menyalakah?? hiiiii..
Sayang sekali, Menara Saidah yang memikat hatiku ketika malam itu masih menjadi Misteri...


6 komentar:

  1. Benar sekaliii! Padahal Menara Saidah kalau di lihat dari arsitekrutnya, sangat bagus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mbak, sayang kan ya??

      Hapus
  2. dulu pas gua kecil. lampu2 gedung nya masih pada nyala kalo malem..
    dan cantik banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. sampai pertengahan 2012, lampu bagian atas menara saidah masih menyala, cuma sekarang sudah ngak.. cuma lampu pagar yang dekat jalan aja (pos satpam) itu juga pakai lampu TL

      Hapus
  3. Itulah hebatnya orang Indonesia, awalnya gedung itu dibangun 15 lt, kemudian ditambah 13 lt menjadi 28 lt. , tanpa memperkuat pondasinya. Ya pastilah terjadi ketidak seimbangan pada gedung tsb. ,dan tidak menutup kemungkinan menjadikan gedung itu miring.
    Ya wajar sajalah kalau suatu tindakan tanpa diperhitungkan dg baik.

    BalasHapus
  4. Denger-denger gedung ini kosong karena menjadi "sarang hantu" di sekitar daerah itu..

    BalasHapus